Tempat Kredit Jual Mobil Jakarta Terpercaya - OTR.ID


Sejarah Airbag pada Mobil


Sejarah Airbag pada Mobil Admin, Selasa 19 Januari 2021

Sejarah Airbag Mobil – Sobat OTR pasti sudah tidak asing lagi dengan sistem keselamatan yang satu ini. Airbag sudah menjadi fitur keselamatan yang umum di mobil keluaran zaman sekarang. Tapi tahukah Sobat bahwa tulisan SRS di dashboard mobil yang menjadi penanda tersedianya fitur airbag merupakan singkatan dari Supplemental Restraint System yang kalau diterjemahkan memiliki arti Sistem Penahan atau Pengaman Tambahan.

Lihat Juga: Compact SUV Terbaru Nissan Magnite

Dimaksud tambahan, karena melengkapi alat pengaman yang sudah ada, yaitu sabuk pengaman. Airbag ditambahkan karena sabuk pengaman saja dirasa belum cukup untuk menahan benturan saat kecelakaan, terlebih pada kecelakaan yang cukup fatal. Kapan dan seberapa cepat SRS airbag mengembang ditentukan oleh sensor yang mengkalkulasi benturan.

Airbag ini pada prinsipnya merupakan kantung udara yang akan mengembang cepat saat mobil mengalami benturan saat terjadinya tabrakan. Fungsinya pada saat terjadi tabrakan, airbag dapat melindungi pengendara dan penumpang dari cedera parah khususnya di bagian kepala.

Bicara soal airbag, kira-kira bagaimana sejarahnya ya sampai airbag ini bisa tercipta?

Sejarah Terciptanya Airbag Sejarah Airbag pada Mobil
Cerita dimulai pada tahun 1952, pada saat itu insinyur industri dari Amerika bernama John W. Hetrick beserta istri dan anak perempuannya sedang pergi ke Pennsylvania dengan menggunakan mobil Chrysler Windsor 1948.

Lihat Juga: Thailand Siap Kembangkan Mobil Listrik, Indonesia Siap Menyusul?

Sekitar 4,8 kilometer dari Newport, saat Hetrick dan keluarganya sedang melihat Rusa yang melintas, tiba-tiba ada sebuah batu besar di depan. Seketika ia mengerem sekuat-kuatnya dan membanting setir ke arah kanan, dan mobil yang ia kendarai langsung masuk ke parit. Pada saat kejadian Sang istri dan hetrick dengan refleks mengangkat tangan mereka untuk melindungi putrinya agar tidak terbentur ke dashboard.

Hetrick berkata “Saat saya mengerem, saya dan istri saya melemparkan tangan kami agar putri kami tidak membentur dashboard. Selama perjalanan pulang, saya tidak dapat berhenti memikirkan kecelakaan itu. Saya bertanya kepada diri sendiri, mengapa tidak bisa ada sesuatu benda yang dapat keluar untuk melindungi kita terhadap benturan didalam mobil,” ujarnya.

Sejak kejadian itu Hetrick mulai berpikir untuk merancang sebuah benda yang dapat melindungi pengemudi saat terjadi kecelakaan. Saat tiba dirumah, Hetrick langsung membuat sketsa ‘Bantalan pengaman’. Namun, pada saat itu cara kerja kantung udara yang dihasilkan Hetrick tidak cukup cepat menolong baik pengemudi dan penumpang yang mengalami kecelakaan.

Sementara di lain benua, yaitu Eropa, Walter Linderer yang merupakan insinyur asal Jerman mengembangkan airbag dengan sistem udara yang terkompresi. Airbag rancangan Walter bisa diaktifkan oleh benturan bumper mobil atau dikembangkan sendiri. Namun seiring perjalanan waktu, sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa udara terkompresi tidak mampu menggembungkan kantung udara dengan cukup cepat agar efektif.

Perkembangan Airbag Pada Tahun 1968

Pada tahun 1968 Muncul seorang bernama Allen Breed, Allen pertama kali menemukan sensor dan sistem keamanan yang dianggap sebagai sistem airbag pertama. Pabrikan mobil yang pertama kali mengaplikasikan airbag ini pada mobil buatan mereka adalah Ford Motor Company pada tahun 1971.

Kemudian disusul oleh General Motors yang memasang airbag ini di Chevrolet Impala 1973. Di tahun-tahun selanjutnya, fitur ini mulai ditawarkan ke publik namun masih dijual sebagai perangkat terpisah dan opsional.

Perkembangan Airbag pada tahun 1981

Para insyinyur otomotif masih terus melakukan penelitian untuk mengembangkan fitur ini. Pada tahun 1981, Mercedes-Benz memperkenalkan perangkat keselamatan yang selangkah lebih canggih dan maju.

Perangkat keselamatan itu lengkap dengan sensor yang akan mengencangkan sabuk pengaman dan mengembangkan airbag jika terjadi benturan. Selama dekade tersebut, hampir semua pabrikan otomotif mulai menjadikan airbag sebagai perlengkapan standar di kendaraan mereka. Hingga saat ini, airbag dan sudah seperti perangkat wajib di semua mobil modern.

Cara kerja Airbag

Ada yang harus diingat, yakni kantong udara akan mengembang bila sesuai dengan beberapa sensor yang terhubung. Airbag akan aktif saat mobil terkena benturan pada sudut tertentu. Terutama jika mengalami tabrakan frontal atau dari depan kanan dan kiri dengan sudut tidak lebih dari 30 derajat. Sensor tersebut menjadi sistem gerak agar kantong udara mengembang setelah mengalami kecelakaan.

Untuk mobil dengan sistem airbag yang terpasang di pilar samping juga memungkinkan airbag mengembang jika ada benturan lebih dari 30 derajat karena sensor juga disediakan sesuai penempatan airbag.

Lihat Juga: Langkah Mudah & Cepat Miliki Asuransi Mobil dari OTR.id

Sejarah Airbag pada Mobil
Sistem kerja airbag ketika terjadi tabrakan keras terdeteksi, sensor mobil langsung mengirimkan sinyal supaya airbag mengembang. Airbag akan mengembang melindungi daerah vital seperti kepala, leher, dan dada. Tanpa airbag sebagai bantalan, tubuh yang hanya ditahan oleh seatbelt berpotensi mengakibatkan cedera pada leher dan dada.

Selanjutnya, kantong udara tak bisa bekerja sendiri sebab sistem di dalamnya terkoneksi dengan seatbelt. Dalam beberapa kasus kecelakaan, kantong udara tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal, jika seatbelt terpasang dengan benar dan mobil mengalami benturan dari sisi depan dengan kecepatan tertentu, kantong udara akan mengembang 0,03 detik dan mengempis dalam 0,1 detik.

Itulah sejarah airbag yang ada pada mobil, peranti keselamatan satu ini menjadi salah satu hal penting dalam meminimalisir dampak dari benturan yang mungkin terjadi pada pengendara mobil. Namun tentu saja airbag tidak sepenuhnya melindungi saat terjadi kecelakaan sobat, sudah selayaknya pengendara harus tetap memakai sabuk pengaman dan juga mengemudi dalam kondisi sehat agar kecelakaan bisa dihindari.

Memastikan kondisi mobil selalu prima juga menjadi salah satu hal yang cukup penting, terutama menjaga kondisi kaki-kaki dan ban. Dan tak lupa juga selalu awali kegiatan dengan doa ya Sobat! Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan kita semua. Terus update informasi mengenai mobil baru dan dunia otomotif di OTR.id. Urusan Mobil baru, klik OTR.id Aja!